Lompat ke isi utama

Berita

Tingkatkan Pengawasan Partisipatif, Bawaslu Bulungan Ikuti Kick Off P2P

Loli Suhenti saat membuka kegiatan Kick off Program P2P Tahun 2026 secara daring, Selasa (12/05)

Loli Suhenti saat membuka kegiatan Kick off Program P2P Tahun 2026 secara daring, Selasa (12/05)

Tanjung Selor-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bulungan (Bawaslu Bulungan) mengikuti kegiatan Kick Off Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI secara hybrid pada Selasa (12/05). Kegiatan tersebut diikuti secara daring oleh Bawaslu Bulungan sebagai bagian dari penguatan persiapan pelaksanaan program Pendidikan Pengawas Partisipatif di daerah.

Kick Off P2P Tahun 2026 dipusatkan di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten dan dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu RI Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Lolly Suhenty.

Dalam arahannya, Lolly Suhenty menegaskan bahwa demokrasi yang sehat memerlukan proses, komitmen, dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pengawasan partisipatif menjadi tanggung jawab bersama antara penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Demokrasi menjadi mandat yang harus dikawal oleh semua pihak. Penyelenggara pemilu sudah pasti, masyarakat sudah pasti, pemerintah daerah juga sudah pasti. Semuanya harus berkolaborasi,” ujar Lolly.

Ia juga menjelaskan bahwa kader pengawas partisipatif harus memiliki empat karakter utama, yakni logis, kritis, berani, dan berdampak. Menurutnya, kader pengawas partisipatif harus mampu memahami aturan, aktif menyampaikan informasi dugaan pelanggaran, serta memberikan dampak nyata dalam penguatan demokrasi.

Selain itu, Lolly menekankan bahwa pengawasan partisipatif bukan sekadar pelibatan masyarakat secara simbolis, melainkan upaya membangun kesadaran bersama untuk menjaga integritas pemilu sejak dini. Ia menyebut, demokrasi yang baik tidak hadir secara instan, tetapi dibangun melalui proses panjang dan keterlibatan aktif seluruh pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Lolly juga menyampaikan bahwa Bawaslu saat ini telah memiliki lebih dari 30 ribu kader pengawas partisipatif yang akan menjadi bagian penting dalam penguatan pengawasan Pemilu 2029.

“Kalau semua kader bergerak dan berdampak nyata mengawasi pemilu secara mandiri dengan berkoordinasi bersama Bawaslu, maka demokrasi 2029 akan semakin bermartabat,” tambahnya.

Pelaksanaan Kick Off P2P Tahun 2026 turut ditandai dengan pemukulan gong dan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif.

Melalui kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Denpasar berharap pengawasan partisipatif dapat semakin diperkuat melalui keterlibatan aktif masyarakat guna mewujudkan pemilu yang jujur, adil, demokratis, dan bermartabat.

Penulis: R_Saba
Editor: Humas Bawaslu Bulungan