Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Bulungan Sosialisasikan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu kepada Mahasiswa Universitas Kaltara

Bawaslu Bulungan Sosialisasikan Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu kepada Mahasiswa Universitas Kaltara

Tanjung Selor – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bulungan terus memperkuat pendidikan demokrasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Sosialisasi Kompetisi Debat Pencegahan dan Penanganan Pelanggaran Pemilu yang mengangkat tema Penegakan Hukum Pemilu. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Anggota Bawaslu Kabupaten Bulungan, Ali Akbar, bersama jajaran staf Bawaslu Kabupaten Bulungan dengan menyasar civitas academica Universitas Kaltara sebagai peserta sosialisasi. pada Kamis, (14/07) di Ruang Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Kaltara.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Bulungan mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kompetisi debat sebagai sarana meningkatkan pemahaman mengenai sistem kepemiluan, khususnya terkait pencegahan dan penanganan pelanggaran pemilu. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kualitas demokrasi dan penegakan hukum pemilu di Indonesia.

Ali Akbar menjelaskan bahwa kompetisi debat merupakan bagian dari upaya Bawaslu membangun budaya demokrasi melalui pendekatan akademik. Menurutnya, mahasiswa memiliki kemampuan berpikir kritis dan objektif sehingga diharapkan mampu memberikan gagasan yang konstruktif terhadap berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pemilu. Melalui forum debat, peserta juga didorong untuk menyampaikan argumentasi berdasarkan data, fakta, dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selama sosialisasi, peserta memperoleh penjelasan mengenai tujuan kompetisi, mekanisme pelaksanaan, ketentuan peserta, tema debat, hingga aspek penilaian. Bawaslu juga menekankan pentingnya memahami regulasi kepemiluan sebagai landasan dalam membangun argumentasi yang ilmiah, logis, dan solutif terhadap berbagai isu penegakan hukum pemilu.

Antusiasme mahasiswa Universitas Kaltara terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait pengawasan partisipatif, mekanisme penanganan pelanggaran pemilu, serta peran mahasiswa dalam mendukung terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Diskusi tersebut menjadi ruang bertukar gagasan antara penyelenggara pemilu dengan kalangan akademisi.

Anggota Bawaslu Kabupaten Bulungan, Ali Akbar, mengatakan bahwa kompetisi debat ini bukan sekadar perlombaan, melainkan media pembelajaran yang mampu meningkatkan kapasitas intelektual mahasiswa dalam memahami persoalan kepemiluan secara komprehensif.

"Kami berharap kompetisi debat ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan argumentasi yang berbasis data dan regulasi, serta memperkuat pemahaman mengenai penegakan hukum pemilu. Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kualitas demokrasi melalui pengawasan partisipatif," ujar Ali Akbar.

Lebih lanjut, Ali Akbar menegaskan bahwa Bawaslu Kabupaten Bulungan akan terus membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi sebagai mitra strategis dalam memperluas pendidikan politik dan demokrasi. Menurutnya, sinergi antara Bawaslu dan dunia akademik menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kesadaran hukum, memperkuat budaya demokrasi, serta mendorong lahirnya generasi muda yang berintegritas dan peduli terhadap proses pemilu.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Bawaslu Kabupaten Bulungan berharap semakin banyak mahasiswa Universitas Kaltara yang berpartisipasi dalam Kompetisi Debat Penegakan Hukum Pemilu. Tidak hanya sebagai peserta kompetisi, mahasiswa juga diharapkan mampu menjadi pelopor pengawasan partisipatif serta menyebarluaskan nilai-nilai demokrasi, supremasi hukum, dan integritas pemilu di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.