Dari Sekolah Untuk Demokrasi: Bawaslu Bulungan Konsolidasi di SMKN 1 Tanjung Selor
|
Tanjung Selor-Dalam rangka melaksanakan Instruksi Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2026 tentang Tugas Konsolidasi Demokrasi, Badan PengawasPemilihan Umum Kabupaten Bulungan (Bawaslu Bulungan), menggelar audiensi dan dialog konsolidasi demokrasi bersama Ketua dan Anggota Osis SMKN 1 Tanjung Selor. Kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan demokrasi di luar tahapan Pemilu melalui pendekatan lintas sektor, khususnya sektor pendidikan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Bulungan. Dialog ini menjadi tindak lanjut dari arahan Bawaslu RI agar jajaran Bawaslu di daerah melakukan kolaborasi strategis dengan para pemangku kepentingan sebagai bagian dari penguatan demokrasi yang berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Bawaslu Bulungan Dwi Suprapto memaparkan berbagai isu strategis yang berkaitan dengan kualitas demokrasi, antara lain penguatan literasi demokrasi sejak usia dini, pembentukan kesadaran hak dan kewajiban warga negara, perlindungan hak konstitusional, serta pentingnya pendidikan politik yang beretika di lingkungan sekolah. Salah satu fokus pembahasan juga diarahkan pada pemilihan OSIS sebagai sarana pembelajaran demokrasi praktis bagi siswa.
Riswan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H) Bawaslu Bulungan, menegaskan bahwa sekolah merupakan ruang strategis dalam membentuk karakter demokratis generasi muda.
“Demokrasi tidak hanya dibangun saat Pemilu, tetapi harus ditanamkan sejak dini. Sekolah adalah ruang penting untuk menumbuhkan nilai-nilai kejujuran, partisipasi, tanggung jawab, dan etika demokrasi melalui praktik nyata seperti pemilihan OSIS,” ujarnya.
Sementara itu lebih lanjut di sampaikan oleh Ali Akbar Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa (Kordiv PPPS) Bawaslu Bulungan, bahwa konsolidasi demokrasi harus menyentuh dunia pendidikan sebagai fondasi utama pembentukan warga negara yang sadar hak dan kewajibannya.
“Pemilihan OSIS bukan sekadar kegiatan organisasi siswa, tetapi merupakan proses pendidikan demokrasi yang sangat strategis. Di sanalah nilai partisipasi, keadilan, kejujuran, dan tanggung jawab bisa ditanamkan secara konkret,” ungkapnya.
Kepala SMK Negeri 1 Tanjung Selor. Fransiska Andayani, menyambut hangat kehadiran Bawaslu Bulungan dan mengapresiasi kegiatan konsolidasi demokrasi yang dilaksanakan di lingkungan sekolah. Ia menyampaikan komitmen sekolah dalam mendukung pendidikan demokrasi serta memberikan ruang sosialisasi kepada siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.
“Kami sangat terbuka dan mendukung kegiatan ini. Sekolah siap menjadi ruang pembelajaran demokrasi, termasuk melalui pemilihan OSIS dan kegiatan-kegiatan edukatif lainnya. Kami juga memberikan waktu dan ruang kepada Bawaslu untuk melakukan sosialisasi kepada siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter dan kewarganegaraan,” imbuhnya.
Penulis: R_Saba
Editor: Humas Bawaslu Bulungan