Bawaslu Bulungan Perkuat Sinergitas Dengan PCNU, Dorong Pengawasan Partisipatif
|
Tanjung Selor-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Bulungan (Bawaslu Bulungan) memperkuat sinergi dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bulungan melalui kegiatan Konsolidasi Demokrasi yang digelar sebagai upaya menjaga kualitas pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Senin, (23/04) di Kantor UPT Taman Budaya Dinas Pendidikan Kabupaten Bulungan.
Ketua PCNU Kabupaten Bulungan, Saidul Khudri, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga demokrasi. Ia mengapresiasi langkah Bawaslu yang menginisiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk penguatan komitmen bersama.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat komitmen kita bersama untuk menjaga kualitas demokrasi yang berintegritas, jujur, dan adil. Demokrasi yang sehat tidak hanya ditentukan oleh penyelenggara, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, potensi pelanggaran, konflik, hingga disinformasi dalam proses pemilu harus diantisipasi melalui langkah pencegahan yang kolaboratif. PCNU siap mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif serta menolak praktik yang merusak demokrasi seperti politik uang, ujaran kebencian, dan hoaks.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama, untuk mendukung pengawasan partisipatif agar setiap tahapan pemilu berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi,” tambahnya.
Sementara itu, Riswan, Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (HP2H) Bawaslu Bulungan, menekankan bahwa peran organisasi keagamaan sangat strategis dalam menjaga nilai kebangsaan dan kondusivitas demokrasi.
“Kami mengapresiasi PCNU sebagai mitra strategis dalam penguatan demokrasi di Kabupaten Pemalang. Tantangan pemilu ke depan semakin kompleks, mulai dari potensi pelanggaran, politik uang, hingga penyebaran hoaks, sehingga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” kata Riswan.
Ia juga mengajak warga NU untuk menjadi bagian dari pengawas partisipatif demi memastikan seluruh tahapan pemilu berjalan sesuai ketentuan. Bawaslu, lanjutnya, berkomitmen membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya guna mewujudkan pemilu yang damai dan bermartabat.
Ia juga menyampaikan bahwa Bawaslu terus melakukan edukasi kepemiluan, termasuk kepada pelajar sebagai pemilih pemula, serta melakukan pengawasan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (PDPB) melalui uji petik guna memastikan akurasi data.
Menutup Diskusi, kedua pihak sepakat bahwa penguatan kolaborasi antara Bawaslu dan organisasi keagamaan menjadi kunci dalam menjaga kualitas demokrasi. Konsolidasi ini diharapkan mampu mendorong terwujudnya pemilu yang berkualitas, bermartabat, dan dipercaya oleh masyarakat.